Selasa, 23 Juli 2013

laporan KKN-KKL STIA PEMBANGUNAN JEMBER TH 2013/memedazzawest.blogspot.com



LAPORAN KKL
 






 









oleh :
ABDUL HAMID
Administrasi Bisnis
NPM : 11.63211.001681

SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA) PEMBANGUNAN JEMBER
JL. LUMBA – LUMBA NO. 09 JEMBER TELP. (0331) 486182

2013



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.     Latar Belakang

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah kegiatan ilmiah yang berupa kajian materi perkuliahan dengan  menggunakan pendekata keilmuan terhadap objek di lua kelas yang terkait dengan Jurusan dan Progam Stud Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik.Kegiatan tersebut dilakukan oleh mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing di lapangan.KKL merupakan salah satu kegiatan penunjang pengembangan materi kuliah yang memiliki peranan penting dan strategis menginga kajian matakuliah pada progam stud tertentu banyak membutuhkan kajian di lapangan.

Mahasiswa memiliki peran yang besar dalam proses pembangunan bangsa ini. Sebagai Agen of Change, Mahasiswa berperan untuk melakukan perubahan-perubahan yang dianggap perlu untuk mencapai kemajuan. Perubahan-perubahan itu sendiri dapat dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya dan atau lainnya sesuai dengan kebutuhan bangsa. Terkait dengan hal tersebut, Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan nyata yang dapat diterapkan dalam bidang administrasi yang berkaitan dengan bisnis maupun publik. Hanya dengan belajar dibangku kuliah, tidaklah cukup untuk membekali Mahasiswa agar memiliki kemampuan yang memadai. Perlu adanya kunjungan secara nyata sebagai pengalaman aplikatif.
Salah satu upaya untuk membangun kemampuan praktik dan memperkenalkan mahasiswa ke dunia kerja secara nyata dan terjun langsung ke tempat kerja, hal inilah yang melatar belakangi Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKL) STIA Pembangunan Jember Jurusan Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik  berusaha menampilkan suatu bentuk kegiatan yang dapat menambah wawasan mahasiswa dengan mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang merupakan suatu kegiatan kunjungan ke suatu institusi guna mengetahui pengaplikasian ilmu yang diperoleh di bangku kuliah serta dapat memperoleh tambahan ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi mahasiswa secara khususnya. Kegiatan ini merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa. Maka diharapkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Lapangan dapat mengaplikasikan ilmunya.
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan kegiatan intrakurikuler yang wajib ditempuh oleh Mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan pada jenjang Sarjana (S1). Dengan kegiatan ini Mahasiswa  akan memiliki pengalaman langsung yang diharapkan dapat meningkatkan  kemampuan dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam proses pembangunan bangsa dan  Negara.


A.    Nama Kegiatan
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember Tahun 2013 .
B.    Tema Kegiatan
Peningkatan Pengetahuan dan Disiplin Ilmu Melalui Kerjasama Yang Baik Dengan Stakeholders.
1.2.     Rumusan Masalah
“Dalam pemasaran produk, pihak perusahaan yang pro aktif atau masyarakat yang pro aktif”.

1.3.     Tujuan
Kuliah Kerja Lapangan (KKL)  bertujuan agar dilapangan mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang berkenaan dengan penerapan konsep, teori, pengetahuan yang diperoleh di kelas. Dengan demikian mahasiswa tidak hanya menguasai pengetahuan secara teoritis saja tetapi dapat pula mengenal dan mengidentifikasi praktik penerapannya dalam bentuk yang sesungguhnya.
Tujuan dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember Tahun 2013 ini antara lain:
1.    Meningkatkan pengetahuan praktis dalam disiplin ilmu yang dipelajari sehingga dapat lebih memahami serta mengaplikasikan antara teori dan praktek yang diperoleh dari bangku kuliah.
2.    Terjalinnya hubungan yang baik antara pihak perusahaan dengan mahasisiwa Kuliah Kerja Nyata (KKL) STIA Pembangunan Jember serta dapat menjalin kerjasama dengan instansi terkait untuk mendukung pengembangan mahasiswa.
3.    Memberikan bekal nyata kepada Mahasiswa agar lebih menghayati masalah yang sangat komplek yang dihadapi oleh masyarakat dalam pembangunan dan belajar menanggulangi masalah-masalah tersebut secara pragmatis dan interdisipliner.
4.    Memberikan bekal nyata kepada Mahasiswa tentang lingkungan kerja dan permasalahan-permasalahan yang ada didalamnya serta belajar untuk menyelesaikan segala permasalahannya.
5.    Memberikan kesempatan kepada Mahasiswa agar menjadi innovator, motivator, dan problem solver dalam menyikapi setiap permasalahan baik dalam masyarakat ataupun lingkungan kerja.
1.4.     Manfaat
Hasil kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKL) Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik STIA Pembangunan Jember Tahun 2013 diharapkan mempunyai manfaat bagi :
a.  Untuk Mahasiswa
1) Meningkatkan dan mengembangkan ketrampilan mahasiswa dalam berfikir dan memecahkan masalah.
2) Memudahkan mahasiswa dalam penguasaan dan pendalaman serta pengaplikasian materi yang sudah didapat dibangku kuliah.
3) Mahasiswa memiliki pola pikir sebagai anggota masyarakat ilmiah yang senantiasa berusaha mengembangan konsep-konsep yang dipelajari guna kepentingan masyarakat.
4) Mendapatkan tambahan pengetahuan materi yang belum pernah didapat pada saat kuliah.
5) Meyakinkan dan memantapkan pengetahuan yang diperoleh.

b. Untuk Dosen
1). Obyek KKL menjadi inspirasi dosen dalam memberi perkuliahan.
2). Memperbaiki dan meningkatkan kualitas perkuliahan dengan mendapatkan informasi yang baru.

c.    Untuk STIA Pembangunan Jember
Dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan dapat meningkatkan kerja sama yang baik antara pihak Lembaga dalam hal ini STIA Pembangunan Jember dengan Instansi yang dijadikan obyek KKL.



C.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember Tahun 2013 ini akan dilaksanakan pada :
Hari                   : Jum’at
Tanggal             : 5 Juli 2013
Waktu               : 08.00 WIB – selesai
Tempat             : Kantor PDAM Kabupaten Bondowoso













BAB II

PROFIL PDAM
2.1.          Sejarah Singkat

PDAM Kabupaten Bondowoso yang beralamatkan di Jl. Mastrip 193A Bondowoso Telp/fax : 0332 – 427017. E-mail : pdambdws@telkom.net merupakan Badan Usaha Milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang didirikan berdasarkan Perda Kabupaten Bondowoso No. 2 Tahun 1993 yang telah disempurnakan dengan Perda No. 6 Tahun 2011. Dimana pembentukannya merupakan pengalihan status dari Badan Pengelolaan Air Minum (BPAM), sesuai Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 21/KBPS/1998 Tanggal 11 Januari 1989 dan beroperasi tanggal 1 April 1989.
PDAM Kabupaten Bondowoso dipimpin oleh Direktur yang dibantu oleh Kepala Satuan Pengawas Interen, Kepala Bagian, Kepala sub Bagian dan Kepala Unit Pelayanan Kecamatan jumlah pegawai sebanyak 107 orang.

2.2.     Visi Misi Tujuan dan Kebijakan
Visi dan Misi
Menjadikan perusahaan air minum yang sehat, mandiri dan terbaik dalam pelayanan.


Tujuan Umum dan Fungsi Perusahaan
Tujuan : Mengusahakan dan menyelenggarakan pengelolaan air minum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mencakup aspek sosial, kesejahteraan dan pelayanan umum dengan prinsip ekonomi perusahaan.
Fungsi : dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, PDAM Kabupaten Bondowoso melaksanakan fungsi fungsi sebagai berikut :
a.    Pelayanan umum
b.    Menyelenggarakan pemanfaatan umum
c.     Memupuk pendapatan daerah.

2.2.1.   Peluang dan Tantangan
Peluang
Meningkatkan daya beli masyarakat terhadap pemakain air bersih khususnya PDAM
Tantangan
1.    Daya beli masyarakat sangat rendah di Kabupaten Bondowoso karena masih banyak yang menggunakan sumur galian.
2.    Peran Pemerintah Daerah yang masih kurang karena terganjal kepentingan-kepentingan politik.
3.    Mengendalikan pihak – pihak yang melakukan pengeboran air bersih.
2.2.2.   Program dan Pelaksanaan

Sistim Pelayanan
Layanan sambungan baru, Pembayaran rekening, Pembacaan Meter Air, dan penanganan Pengaduan delaksanakan secara cepat dan terpadu.
a.    Layanan pembayaran rekening dilakukan dengan sistim online secara nasional, sehingga pelanggan PDAM dimana saja dapat dengan mudah membayar rekeningnya, baik melalui Perbankan, PT Pos Indonesia dan ratusan pos pos penerima pembayaran rekening dimasyarakat diwilayah Kabupaten Bondowoso melalui Payment Point Online Bank (PPOB).
b.    Untuk layanan pemberian informasi hasil pembacaan angka meter air dipergunakan media ponsel / HP yang terkonek dengan server PDAM.
c.     Layanan SMS Gateway, bertujuan pelanggan dapat mendapat informasi tagihan rekening setiap bulannya secara otomatis dan dapat melakukan pengaduan terhadap gangguan pelayanan PDAM dengan mudah dan cepat.

Cakupan Pelayanan
Jumlah penduduk Kabupaten Bondowoso baik perkotaan dan pedesaan yang telah terlayani PDAM sebesar 13,12% dari jumlah keseluruhan penduduk Kabupaten Bondowoso sebanyak740.291 jiwa (2011) atau sebesar 31,92% dari jumlah penduduk yang ada jaringan pipa PDAM wilayah tehnis. Diluar PDAM penduduk dilayani oleh HIPPAM dan lain – lain.

Produksi dan Kualitas Air Minum PDAM
Produksi air minum PDAM Kabupaten Bondowoso berasal dari Mata Air, Air Permukaan (Sungai) dan Air Tanah (Dalam) yang terperinci sebagai berikut :
a.       Water treatment proses (WTP) IPA 5,8 Liter/Detik.
b.      Sumur Bor /Mata Air (MAD) 80,90 Liter/Detik.
c.       Mata Air Gravitasi 23,5 Liter/Detik yang tersebar diberbagai lokasi.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Kualitas air PDAM Kabupaten Bondowoso dinyatakan memenuhi syarat kesehatan.

Kinerja PDAM
Berdasarjan lapporan hasil Audit Akuntan Publik Independent, Laporan Keuangan PDAM Kabupaten Bondowoso dinyatakan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sedangkan berdasarkan evaluasi BPKP provinsi Jawa Timur, kinerja PDAM Bondowoso Tahun 2012 yang meliputi kinerja keuangan, operasional dan administrasi dinyatakan :
-          Baik (Penilaian berdasarkan keputusan menteri dalam negeri No. 47 Tahun 1999 tentang pedoman penilaian kerja PDAM)
-          Sehat (Penilaian berdasarkan pengukuran badan pendukung pengembangan sistem penyediaan air minum) atau BPPSPAM.

PERCEPAT
Perluasan layanan air minum PDAM di perkotaan dan pesesaan dalam rangka pencapaian target internasional MDG bidang air minum dan peningkatan kesehatan keluarga / masyarakat.




Tarif Air Minum PDAM Bondowoso
Rp. 1.500/M3
Mulai Bulan Januari 2012
Jenis
Pelanggan
0 - 10 M3
11 – 20 M3
21 – 30 M3
>30 M3
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Sosial
a.    Sosial A
b.    Sosial B

Rumah tangga
a.    Rumah tangga A
b.    Rumah tangga B
c.     Rumah tangga C

Sosial
950
1.250

Rumah tangga
1.500
1.880
2.130

Sosial
1.150
1.380

Rumah tangga
2.000
2.250
2.630

Sosial
1.250
1.570

Rumah tangga
3.750
4.130
4250

Sosial
1.380
2.150

Rumah tangga
4.150
4.250
4.630

Instansi Pemerintah
a.    Instansi Pemerintah A
b.    Instansi Pemerintah B

Niaga
a.    Niaga A
b.    Niaga B

Industri
Instansi Pem.


2.630

3000

Niaga
3.630
3.750

4.500
Instansi Pem.


3.130

3.450

Niaga
5.630
7.000

5.650
Instansi Pem.


3.880

4.380

Niaga
5.630
7.000

7.250
Instansi Pem.


5.000

5.380

Niaga
5.880
7.500

7.880


BAB III
PEMBAHASAN

3.1.     Tinjauan Teori
3.1.1.        Pemasaran Produk

Sebagaiman kita ketahui bahwa kegiatan pemasaran adalah berbeda dengan penjualan, transaksi ataupun perdagangan.

American Marketing Association, mengartikan pemasaran sebagai berikut: Pemasaran adalah pelaksanaan dunia usaha yang mengaarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran. Sedangkan fungsi-fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang pemasaran.

Sedangkan definisi lain, dikemukakan oleh Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control, mengartikan pemasaran secara lebih luas, yaitu: Pemasaran adalah: Suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.

Definisi Pemasaran

 Definisi Pemasaran menurut William J. Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

   Definisi lainnya, Pemasaran  adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
   Dengan pemasaran perusahaan berusaha menghasilkan laba dari penjualan barang dan jasa yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Disinilah peran manajer pemasaran dibutuhkan, dimana tugas dari manajer pemasaran adalah memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.
Peranan Pemasaran
   Pemasaran merupakan proses sosial dan manajerial sehingga konsumen dapat memperoleh kebutuhan / keinginan mereka melalui permintaan, penawaran, dan penukaran nilai suatu produk antara penjual dan pembeli.
·           Kebutuhan : segala kebutuhan dasar manusia baik intuk minum, makan, pakaian, pendidikan dan lainnya
·           Keinginan : Merupakan kondisi lebih khusus dari kebutuhan, misalnya minuman ringan, makanan bergizi, pendidikan tinggi, atau lainnya
·           Permintaan :       akumulasi kebutuhan/keinginan yang potensial untuk digarap, misalnya, makanan, perumahan, pendidikan dan lainnya.

Beberapa istilah yang penting dalam konteks pemasaran adalah :
1.        Produk (barang,jasa,ide)   :Segala hasil kerja manusia yang dapat ditawarkan kepada manusia lainnya baik berupa barang, jasa atau ide.
2.        Nilai                                         :Perkiraan konsumen atas suatu produk untuk    kepuasan mereka, apa yang dirasakan / diinginkan
3.        Biaya                                         :Harga yang harus dibayar konsumen atas produk yang dikonsumsi
4.        Kepuasan                                :Seberapa puas konsumen atas produk yang mereka konsumsi (kesesuaian antara harapan dankenyataan,
5.        Pasar                                       :Tempat yang berisi semua pelanggan potensial yang berniat untuk transaksi terhadap suatu produk.
Konsep Pemasaran
Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep pemasaran tersebut dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar yaitu:
1.        Saluran perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada konsumen/ pasar.
2.        Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan, dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri.
3.        Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi.
Menurut Swastha dan Irawan, (2005 : 10) mendefinisikan konsep pemasaran sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Bagian pemasaran pada suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting dalam rangka mencapai besarnya volume penjualan, karena dengan tercapainya sejumlah volume penjualan yang diinginkan berarti kinerja bagian pemasaran dalam memperkenalkan produk telah berjalan dengan benar. Penjualan dan pemasaran sering dianggap sama tetapi sebenarnya berbeda. 
Tujuan utama konsep pemasaran adalah melayani konsumen dengan mendapatkan sejumlah laba, atau dapat diartikan sebagai perbandingan antara penghasilan dengan biaya yang layak. Ini berbeda dengan konsep penjualan yang menitikberatkan pada keinginan perusahaan. Falsafah dalam pendekatan penjualan adalah memproduksi sebuah pabrik, kemudian meyakinkan konsumen agar bersedia membelinya. Sedangkan pendekatan konsep pemasaran menghendaki agar manajemen menentukan keinginan konsumen terlebih dahulu, setelah itu baru melakukan bagaimana caranya memuaskan.
Perkembangankonseppemasaran :
1.      Konsep produksi : jumlah banyak dengan harga murah
2.      Konsep produk : kualitas, kinerja dan inovasi yang dicari konsumen
3.      Konsep penjualan : harus ada aktivitas penjualan dan promosi agar dikenal konsumen (laba dari volume penjualan)
4.      Konsep pemasaran : harus ada aktivitas pemasaran yang terpadu (laba dari kepuasan pelanggan)
5.      Konsep pemasaran beroriemtasi pada masyarakat : turut memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar
Peran Pemasaran Terhadap Masyarakat
Masyarakat mempunyai kebutuhan terhadap peningkatan kualitas kehidupannya yang semakin baik di masa kemudian. Masyarkat sebagai pihak eksternal merupakan sasaran pemasaran produsen dalam lingkup makro. Kualitas kehidupan secara makro yang lebih baik dapat diciptakan dan tersebar dalam masyarkat. Usaha-usaha tersebut merupakan kegiatan pemasaran makro-eksternal yang sering disebut pemasaran makro.Pemasaran makro adalah proses penyebaran dan pengembangan kualitas hidup masyarakat.
Perekonomian akan semakin berkembang apabila arus barang mengalir lancar dari produsen ke konsumen. Peningkatan kegiatan masyarakat produsen dan kesinambungan antara permintaan masyarakat konsumen dan penawaran masyarakat produsen.Pemasaran saat ini menempatkan fokus yang kuat pada pemasaran berorientasi pelanggan.Pemasaran berperan penting dalam masyarakata dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, menawarkan peluang yang luar biasa sebagai profesional. Pemasaran peluang karirada juga dalam organisasi non bisnis, termasuk rumah sakit,museum,universitas,pemerintah dan lembaga pelayanan sosial.
Pemasaran Dalam Lingkungan yang berubah
Dalam lingkungan yang berubah, manajemen pemasaran harus dapat berusaha agar produk yang di keluarkan oleh perusahaan dapat bertahan di pasar.Ada beberapa kiat yang harus di lakukan manajemen pemasaran untuk mempertahankan produknya di lingkungan yang berubah yaitu membuat rencana pemasaran.
Pada masa ini perusahaan sangat menekankan pada marketing concept, yaitu suatu keyakinan yang menekankan agar sikap perusahaan secara keseluruhan menekankan kepada melayani keinginan pasar untuk menjamin agar perusahaan terus-menerus mancapai keuntungan dalam jangka panjang. Sesuai dengan tujuan ini kegiatan pemasaran telah menjadi sangant kompleks dan perlu melaksanakan kegiatan yang dikenal sebagai marketing mix, yaitu 4P: product, pricing, place, and promotion. Sesuai dengan prinsip ini pemasaran selalu didefinisikan sebagai sekumpulan kegiatan yang saling berhububgan, yang disusun dengan tujuan untuk mengetahui kebutuhan konsumen, dan seterusnya mengembangkan barang tersebut, menentukan harganya, mendistribusikannya, dan mempromosikannya.
Sumbangan Pemasaran Kepada Masyarakat dan Perekonomian
Pemasaran membantu masyarakat untuk meningkatkan kepuasannya dalam mengkonsumsi barang dan jasa. Melalui pemasaran masyarakat akan menukar uangnya dengan barang dan kegiatan ini menimbulkan surplus konsumen. Pemasaran dan pembelanjaan yang dilakukan masyarakat sebagai akibat usaha pemasaran tersebut akan menimbulkan utilitas waktu, utilitas tempat, utilitas pemilikan, dan utilitas bentuk. Kepada perekonomian, pemasaran akan memberikan sumbangan untuk meningkatkan penjualan barang dan jasa, meningkatkan perkembangan ekonomi dan mempercepat pertumbuhan, memacu perkembangan teknologi, dan mendorong perkembangan barang baru.
3.1.2.   Model Perilaku Konsumen
Setiap hari konsumen menentukan pilihan pembelian. Kebanyakan perusahaan besar menyelidiki keputusan pembelian konsumen begitu rincinya untuk menemukan apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak yang mereka beli, kapan mereka membeli, dan mengapa mereka sampai membeli. Orang – orang pemasaran dapat mempelajari pembelian aktual konsumen, tetapi menyelidiki sebab – musabab perilaku membeli mereka tidaklah mudah menjawabnya seringkali tersimpan dalam – dalam di kepala konsumen.
Pertanyaan utama bagi orang pemasaran adalah : bagaimana konsumen menanggapi berbagai usaha pemasaran yang mungkin digunakan perusahaan? Perusahaan yang benar - benar memahami bagaimanatanggapan konsumen atas sifat – sifat produk, harga dan pendekatan iklan yang berbeda memiliki keunggulan yang besar atas pesaingnya. Titik awalnya adalah model rangsangan-tanggapan dari perilaku membeli. Pemasaran dan rangsangan lainnya memasuki “kotak hitam” konsumen dan menghasilkan tanggapan tertentu. Orang pemasaran harus menebak apa yang ada dalam kotak hitam pembeli.
Rangsangan pemasaran terdiri dari 4 P : Product, Price, place, dan promotion (produk, harga, distribusi, dan promosi). Rangsangan lainnya mencakup kekuatan dan peristiwa besar dalam lingkungan pembeli : ekonomi, teknologi, politik, dan budaya. Seluruh masukan ini memasuki kotak hitam pembeli, lalu di sana diubah menjadi satu susunan tanggapan pembeli yang dapat diselidiki : pilihan produk, pilihan merek, pilihan dealer, waktu membeli, dan jumlah pembelian.
Karakteristik yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen secara kuat dipengaruhi oleh karakteristik budaya, sosial, dan psikologis. Pada umumnya, orang pemasaran tidak dapat mengendalikan faktor – faktor semacam itu, tetapi mereka harus memperhatikannya
1.        Faktor budaya yang terdiri dari : kebudayaan, sub kebudayaan dan kelas sosial.
2.        Faktor sosial yang terdiri dari : kelompok acuan, keluarga, peran dan situs.
3.        Faktor pribadi yang terdiri dari : umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri.
4.        Faktor psikologis yang terdiri dari : motivasi, persepsi, pengetahuan, keyakinan dan sikap.

3.1.3.        Permintaan Konsumen

Penyesuaian Permintaan

            Perusahaan dapat menyusun suatu tingkat permintaan pasar yang diharapkan pada saat tertentu. Dapat terjadi bahwa tingkat permintaan riil itu berada dibawah, sama, atau diatas tingkat permintaan yang diharapkan. Untuk menghadapi keadaan permintaan yang berbeda maka manajer pemasaran mempunyai tugas yang berbeda pula.

Tabel 2.1.KeadaanPermintaandanTugasPemasaran

Keadaan Permintaan
Tugas Pemasaran
Nama Resmi
1.    Permintaan negatif
2.    Tidak ada permintaan
3.    Permintaan latent
4.    Permintaan menurun
5.    Permintaan tidak teratur
6.    Permintaan penuh
7.    Permintaan berlebihan
8.    Permintaan tidak sehat
1.    Positifkan permintaan
2.    Ciptakan permintaan
3.    Kembangkan permintaan
4.    Tingkatkan permintaan
5.    Selaraskan permintaan
6.    Pertahankan permintaan
7.    Kurangi permintaan
8.    Tiadakan permintaan
1.    Conversional markrting
2.    Stimulational marketing
3.    Developmental marketing
4.    Remarketing
5.    Synchromarketing
6.    Maintenance marketing
7.    Demarketing
8.    Countermarketing






3.2.     Pembahasan dan Analisa
Sebagai salah satu perusahaan air minum yang berorientasi profit PDAM memiliki sejumlah pesaing yang bergerak pada pengisian air minum isi ulang yang seringkali melakukan pengeboran di daerah – daerah milik PDAM dan program – program yang dilaksanakan juga seringkali berbenturan dengan program yang dilaksanakan PDAM.
Dalam menghadapi tantangan yang demikian ini, PDAM menyiasati dengan membangun komunikasia dengan SKPD – SKPD terkait agar menghimbau pada Dinas – Dinas terkait bahwa seandainya ada pengambilan air bersih oleh pihak lain agar berhubungan dengan PDAM agar tidak bersinggungan.
Selain menghadapi tantangan dari pesaingnya tersebut PDAM Kabupaten Bondowoso juga memperhatikan pemasaran produknya pada konsumen yang hanya mencapai 13,12%  dalam satu kabupaten. Untuk meningkatkan jumlah konsumennya maka perlu adanya upaya – upaya PDAM Kabupaten Bondowoso berupa perbaikan dalan pelayanan dan pemasarannya.

Sesuai dengan pengertian pemasaran menurut Philip Kottleryaitu Suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.

PDAM Kabupaten Bondowoso menerapkan Falsafah konsep pemasaranyang bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Meskipun orientasi pembeli ini dibatasi oleh tujuan laba dan pertumbuhan, tetapi konsep itu perlu dilaksanakan.
Penggunaan konsep pemasaran bagi PDAM Kabupaten Bondowoso dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan. Konsep pemasaran disusun dengan memasukkan tigaelemenpokok, yaitu :
a.    Orientasikonsumen / pasar / pembeli
b.    Volume penjualan yang menguntungkan
c.     Koordinasidanintegrasiseluruhkegiatanpemasarandalamperusahaan.


Pada  dasarnya, perusahaan yang ingin mempraktekkan orientasi consumen ini harus :
a.    Menentukankebutuhanpokokdaripembeli yang akandilayanidandipenuhi
b.    Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualannya
c.     Menentukanprodukdan program pemasarannya
d.    Mengadakanpenelitianpadakonsumen, untuk mengukur, menilai, dan menafsirkan keinginan, sikap, serta tingkah laku mereka.
e.    Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik,apakah menitik beratkan pada mutu yang tinggi, harga yang murahatau model yang menarik.

Jadi, secara definitif dapat dikatakan bahwa Konsep pemasaran adalah :Sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Pengambilan Keputusan Dalam Pemasaran
Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajer pemasaran akan selalu berada dalam suatu lingkungan yang kompleks dan penuh dengan ketidak pastian. Keputusan yang diambil terutama menyangkut masalah :
·         Penetapan harga
·         Produk
·         Distribusi
·         Promosi
Pengambilan keputusan tersebut tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor lingkungan ekstern seperti : demografi, kondisi perekonomian, kebudayaan, persaingan dan sebagainya. Semua ini berada diluar pengawasan manajer.
Penetapan Harga
Dalam penetapan harga PDAM menggunakan forum pelanngan (terdiri dari 12 unit) yang kemudian harga yang telah disepakati tersebut diajukan ke Pemerintah Daerah (PEMDA). Setelah itu ditetapkan berapa harga/tarif yang akan digunakan PDAM dalam menjual air bersih pada masyarakat. Sebagai hasilnya telah dicantumkan tabel tarif Air minum PDAM Bondowoso pada Bab 2.4 Program dan Pelaksanaan.



Produk
Produk PDAM Kabupaten Bondowoso berupa Air Minum yang berasal dari Mata Air,Air Permukaan (Sungai) dan Air Tanah (Dalam) yang terperinci sebagai berikut :
1.      Water treatment proses (WTP) IPA 5,8 Liter/Detik.
2.      Sumur Bor /Mata Air (MAD) 80,90 Liter/Detik.
3.      Mata Air Gravitasi 23,5 Liter/Detik yang tersebar diberbagai lokasi.

Distribusi
PDAM Kabupaten Bondowoso beralamatkan di JL. Mastrip 193A Bondowoso, untuk menjangkau seluruh konsumen yang tersebar di seluruh kabupaten PDAM menyediakan 12 unit




























BAB IV

KESIMPULAN

4.1.          Kesimpulan

PDAM Bondowoso Sebagai salah satu perusahaan air minum yang berorientasi profit.Dalam pengembangan dan perluasaan Kinerja PDAM memiliki kendala yang datangnya dari sejumlah pesaing ,Khususnya disekitar Daerah PDAM itu sendiri dan juga kendala yang akan dihadapi dalam kegiatan pemasan atas produk yang dihasilkan atau yang diproduksi oleh PDAM.
Demi kelancaran Operasional Perusahaan terkait dengan  permasalah yang dihadapi mengenai  pemasaran,dalam hal ini pemasaran produk terhadap pihak perusahaan yang pro aktif atau masyarakat yang pro aktif. PDAM menyiasati dengan membangun komunikasia dengan SKPD – SKPD terkait agar menghimbau kepada Dinas – Dinas terkait bahwa seandainya ada pengambilan air bersih oleh pihak lain diharapkan supaya  berhubungan dengan PDAM agar tidak bersinggungan. Selain itu juga PDAM Kabupaten Bondowoso menerapkan Falsafah konsep pemasaran yang bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen,dan  Penggunaan konsep pemasaran itu sendiri bagi PDAM Kabupaten Bondowoso dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan.

4.2.          Saran

Dari Kesimpulan diatas bahwa sanya Kerjasama yang dilakukan oleh PDAM Bondowoso dan SKPD- SKPD serta menerapkan Konsep pemasaran adalah upaya PDAM Demi terciptanya Tujuan dan Fungsi Perusahaan.Dengan demikian dipandang perlu perusahaan menguasai konsep pemasaran dan kerja sama dengan pihak terkait,dan juga perlu ditambahkan supaya melakuakan  adanya perluasan informasi perusahaan kepada segenap masyarakat demi terciptanya jalinan kerjasama yang baik agar visi - Misi perusahaan dapat tewujud.