
LAPORAN KKL
oleh
:
ABDUL HAMID
Administrasi Bisnis
NPM : 11.63211.001681
SEKOLAH TINGGI ILMU
ADMINISTRASI (STIA) PEMBANGUNAN JEMBER
JL. LUMBA – LUMBA NO. 09 JEMBER TELP. (0331)
486182
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah kegiatan ilmiah yang berupa kajian materi perkuliahan dengan menggunakan pendekata keilmuan terhadap objek di lua kelas yang terkait dengan Jurusan dan Progam Stud Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik.Kegiatan tersebut dilakukan oleh mahasiswa di
bawah bimbingan dosen pembimbing
di lapangan.KKL merupakan salah satu kegiatan penunjang pengembangan materi kuliah yang
memiliki peranan penting dan strategis menginga kajian matakuliah pada progam stud tertentu banyak membutuhkan kajian di lapangan.
Mahasiswa memiliki peran yang besar dalam proses pembangunan bangsa ini.
Sebagai Agen of Change, Mahasiswa
berperan untuk melakukan perubahan-perubahan yang dianggap perlu untuk mencapai
kemajuan. Perubahan-perubahan itu sendiri dapat dalam bidang politik, ekonomi,
sosial dan budaya dan atau lainnya sesuai dengan kebutuhan bangsa. Terkait
dengan hal tersebut, Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan nyata yang dapat
diterapkan dalam bidang administrasi yang berkaitan dengan bisnis maupun
publik. Hanya dengan belajar dibangku kuliah, tidaklah cukup untuk membekali
Mahasiswa agar memiliki kemampuan yang memadai. Perlu adanya kunjungan secara
nyata sebagai pengalaman aplikatif.
Salah satu
upaya untuk membangun kemampuan praktik dan memperkenalkan mahasiswa ke dunia
kerja secara nyata dan terjun langsung ke tempat kerja, hal inilah yang
melatar belakangi Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKL) STIA Pembangunan Jember
Jurusan Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik berusaha menampilkan suatu bentuk kegiatan
yang dapat menambah wawasan mahasiswa dengan mengadakan Kuliah Kerja Lapangan
(KKL) yang merupakan suatu kegiatan kunjungan ke suatu institusi guna
mengetahui pengaplikasian ilmu yang diperoleh di bangku kuliah serta dapat
memperoleh tambahan ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi mahasiswa
secara khususnya. Kegiatan ini merupakan salah satu mata kuliah wajib yang
harus ditempuh oleh setiap mahasiswa. Maka diharapkan mahasiswa peserta Kuliah
Kerja Lapangan dapat mengaplikasikan ilmunya.
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan kegiatan
intrakurikuler yang wajib ditempuh oleh Mahasiswa untuk menyelesaikan
pendidikan pada jenjang Sarjana (S1). Dengan kegiatan ini Mahasiswa akan memiliki pengalaman langsung yang
diharapkan dapat meningkatkan kemampuan
dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam proses pembangunan bangsa dan Negara.
A.
Nama
Kegiatan
Kuliah Kerja
Lapangan (KKL) Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember Tahun 2013 .
B.
Tema
Kegiatan
Peningkatan
Pengetahuan dan Disiplin Ilmu Melalui Kerjasama Yang Baik Dengan Stakeholders.
1.2. Rumusan Masalah
“Dalam pemasaran produk, pihak perusahaan yang pro aktif atau masyarakat
yang pro aktif”.
1.3. Tujuan
Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
bertujuan agar dilapangan mahasiswa memperoleh pengetahuan dan
keterampilan yang berkenaan dengan penerapan konsep, teori, pengetahuan yang
diperoleh di kelas. Dengan demikian mahasiswa tidak hanya menguasai pengetahuan
secara teoritis saja tetapi dapat pula mengenal dan mengidentifikasi praktik
penerapannya dalam bentuk yang sesungguhnya.
Tujuan dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa Jurusan
Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi
(STIA) Pembangunan Jember Tahun 2013 ini antara lain:
1. Meningkatkan
pengetahuan praktis dalam disiplin ilmu yang dipelajari sehingga dapat lebih
memahami serta mengaplikasikan antara teori dan praktek yang diperoleh dari
bangku kuliah.
2. Terjalinnya hubungan
yang baik antara pihak perusahaan dengan mahasisiwa Kuliah Kerja Nyata (KKL)
STIA Pembangunan Jember serta dapat menjalin kerjasama dengan instansi terkait
untuk mendukung pengembangan mahasiswa.
3. Memberikan
bekal nyata kepada Mahasiswa agar lebih menghayati masalah yang sangat komplek
yang dihadapi oleh masyarakat dalam pembangunan dan belajar menanggulangi
masalah-masalah tersebut secara pragmatis dan interdisipliner.
4. Memberikan
bekal nyata kepada Mahasiswa tentang lingkungan kerja dan
permasalahan-permasalahan yang ada didalamnya serta belajar untuk menyelesaikan
segala permasalahannya.
5. Memberikan
kesempatan kepada Mahasiswa agar menjadi
innovator, motivator, dan problem
solver dalam menyikapi setiap permasalahan baik dalam masyarakat ataupun
lingkungan kerja.
1.4. Manfaat
Hasil
kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKL) Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis dan
Administrasi Publik STIA Pembangunan Jember Tahun 2013 diharapkan mempunyai
manfaat bagi :
a.
Untuk Mahasiswa
1) Meningkatkan dan mengembangkan ketrampilan mahasiswa dalam berfikir dan
memecahkan masalah.
2)
Memudahkan mahasiswa dalam penguasaan dan
pendalaman serta pengaplikasian materi yang sudah didapat dibangku kuliah.
3) Mahasiswa memiliki pola pikir sebagai anggota masyarakat ilmiah yang
senantiasa berusaha mengembangan konsep-konsep yang dipelajari guna kepentingan
masyarakat.
4) Mendapatkan
tambahan pengetahuan materi yang belum pernah didapat pada saat kuliah.
5)
Meyakinkan dan memantapkan pengetahuan yang diperoleh.
b. Untuk Dosen
1). Obyek KKL menjadi inspirasi dosen dalam memberi perkuliahan.
2). Memperbaiki dan meningkatkan kualitas perkuliahan dengan mendapatkan
informasi yang baru.
c. Untuk STIA Pembangunan Jember
Dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan dapat
meningkatkan kerja sama yang baik antara pihak Lembaga dalam
hal ini STIA Pembangunan Jember dengan Instansi yang dijadikan obyek KKL.
C.
Waktu dan
Tempat Pelaksanaan
Kuliah Kerja
Lapangan (KKL) Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember Tahun 2013 ini akan
dilaksanakan pada :
Hari : Jum’at
Tanggal : 5 Juli 2013
Waktu : 08.00 WIB – selesai
Tempat : Kantor PDAM Kabupaten Bondowoso
BAB II
PROFIL PDAM
2.1.
Sejarah
Singkat
PDAM Kabupaten Bondowoso yang beralamatkan di
Jl. Mastrip 193A Bondowoso Telp/fax : 0332 – 427017. E-mail : pdambdws@telkom.net merupakan
Badan Usaha Milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang didirikan berdasarkan
Perda Kabupaten Bondowoso No. 2 Tahun 1993 yang telah disempurnakan dengan
Perda No. 6 Tahun 2011. Dimana pembentukannya merupakan pengalihan status dari
Badan Pengelolaan Air Minum (BPAM), sesuai Surat Keputusan Menteri Pekerjaan
Umum No. 21/KBPS/1998 Tanggal 11 Januari 1989 dan beroperasi tanggal 1 April
1989.
PDAM
Kabupaten Bondowoso dipimpin oleh Direktur yang dibantu oleh Kepala Satuan
Pengawas Interen, Kepala Bagian, Kepala sub Bagian dan Kepala Unit Pelayanan
Kecamatan jumlah pegawai sebanyak 107 orang.
2.2. Visi Misi Tujuan dan Kebijakan
Visi dan Misi
Menjadikan
perusahaan air minum yang sehat, mandiri dan terbaik dalam pelayanan.
Tujuan Umum
dan Fungsi Perusahaan
Tujuan : Mengusahakan dan menyelenggarakan pengelolaan air minum untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mencakup aspek sosial, kesejahteraan
dan pelayanan umum dengan prinsip ekonomi perusahaan.
Fungsi : dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, PDAM Kabupaten
Bondowoso melaksanakan fungsi fungsi sebagai berikut :
a. Pelayanan
umum
b. Menyelenggarakan
pemanfaatan umum
c. Memupuk
pendapatan daerah.
2.2.1. Peluang dan Tantangan
Peluang
Meningkatkan daya beli masyarakat terhadap pemakain air bersih
khususnya PDAM
Tantangan
1.
Daya beli masyarakat sangat rendah di Kabupaten Bondowoso karena
masih banyak yang menggunakan sumur galian.
2.
Peran Pemerintah Daerah yang masih kurang karena terganjal
kepentingan-kepentingan politik.
3.
Mengendalikan pihak – pihak yang melakukan
pengeboran air bersih.
2.2.2. Program dan Pelaksanaan
Sistim
Pelayanan
Layanan
sambungan baru, Pembayaran rekening, Pembacaan Meter Air, dan penanganan
Pengaduan delaksanakan secara cepat dan terpadu.
a. Layanan
pembayaran rekening dilakukan dengan sistim online secara nasional, sehingga
pelanggan PDAM dimana saja dapat dengan mudah membayar rekeningnya, baik
melalui Perbankan, PT Pos Indonesia dan ratusan pos pos penerima pembayaran
rekening dimasyarakat diwilayah Kabupaten Bondowoso melalui Payment Point Online
Bank (PPOB).
b. Untuk
layanan pemberian informasi hasil pembacaan angka meter air dipergunakan media
ponsel / HP yang terkonek dengan server PDAM.
c. Layanan SMS
Gateway, bertujuan pelanggan dapat mendapat informasi tagihan rekening setiap
bulannya secara otomatis dan dapat melakukan pengaduan terhadap gangguan
pelayanan PDAM dengan mudah dan cepat.
Cakupan Pelayanan
Jumlah
penduduk Kabupaten Bondowoso baik perkotaan dan pedesaan yang telah terlayani
PDAM sebesar 13,12% dari jumlah keseluruhan penduduk Kabupaten Bondowoso
sebanyak740.291 jiwa (2011) atau sebesar 31,92% dari jumlah penduduk yang ada
jaringan pipa PDAM wilayah tehnis. Diluar PDAM
penduduk dilayani oleh HIPPAM dan lain – lain.
Produksi dan
Kualitas Air Minum PDAM
Produksi air
minum PDAM Kabupaten Bondowoso berasal dari Mata Air, Air Permukaan (Sungai)
dan Air Tanah (Dalam) yang terperinci sebagai berikut :
a. Water
treatment proses (WTP) IPA 5,8 Liter/Detik.
b. Sumur Bor
/Mata Air (MAD) 80,90 Liter/Detik.
c. Mata Air
Gravitasi 23,5 Liter/Detik yang tersebar diberbagai lokasi.
Berdasarkan
laporan hasil pemeriksaan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso,
Kualitas air PDAM Kabupaten Bondowoso dinyatakan memenuhi syarat kesehatan.
Kinerja PDAM
Berdasarjan
lapporan hasil Audit Akuntan Publik Independent, Laporan Keuangan PDAM
Kabupaten Bondowoso dinyatakan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sedangkan
berdasarkan evaluasi BPKP provinsi Jawa Timur, kinerja PDAM Bondowoso Tahun
2012 yang meliputi kinerja keuangan, operasional dan administrasi dinyatakan :
-
Baik (Penilaian
berdasarkan keputusan menteri dalam negeri No. 47 Tahun 1999 tentang pedoman
penilaian kerja PDAM)
-
Sehat (Penilaian
berdasarkan pengukuran badan pendukung pengembangan sistem penyediaan air
minum) atau BPPSPAM.
PERCEPAT
Perluasan
layanan air minum PDAM di perkotaan dan pesesaan dalam rangka pencapaian target
internasional MDG bidang air minum dan peningkatan kesehatan keluarga /
masyarakat.
Tarif Air
Minum PDAM Bondowoso
|
Rp.
1.500/M3
Mulai
Bulan Januari 2012
|
||||
|
Jenis
Pelanggan
|
0 - 10 M3
|
11 – 20 M3
|
21 – 30 M3
|
>30 M3
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
|
Sosial
a.
Sosial A
b.
Sosial B
Rumah tangga
a.
Rumah tangga A
b.
Rumah tangga B
c.
Rumah tangga C
|
Sosial
950
1.250
Rumah
tangga
1.500
1.880
2.130
|
Sosial
1.150
1.380
Rumah
tangga
2.000
2.250
2.630
|
Sosial
1.250
1.570
Rumah
tangga
3.750
4.130
4250
|
Sosial
1.380
2.150
Rumah
tangga
4.150
4.250
4.630
|
|
Instansi Pemerintah
a. Instansi
Pemerintah A
b. Instansi
Pemerintah B
Niaga
a. Niaga A
b. Niaga B
Industri
|
Instansi
Pem.
2.630
3000
Niaga
3.630
3.750
4.500
|
Instansi
Pem.
3.130
3.450
Niaga
5.630
7.000
5.650
|
Instansi
Pem.
3.880
4.380
Niaga
5.630
7.000
7.250
|
Instansi
Pem.
5.000
5.380
Niaga
5.880
7.500
7.880
|
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Tinjauan Teori
3.1.1.
Pemasaran
Produk
Sebagaiman kita ketahui bahwa kegiatan pemasaran adalah berbeda dengan penjualan, transaksi ataupun perdagangan.
American Marketing Association, mengartikan pemasaran sebagai berikut: Pemasaran adalah pelaksanaan dunia usaha yang mengaarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran. Sedangkan fungsi-fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang pemasaran.
Sedangkan definisi lain, dikemukakan oleh Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control, mengartikan pemasaran secara lebih luas, yaitu: Pemasaran adalah: Suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.
Definisi
Pemasaran
Definisi Pemasaran menurut William J. Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Definisi
lainnya, Pemasaran adalah suatu proses
sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa
yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan
mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Dengan
pemasaran perusahaan berusaha menghasilkan laba dari penjualan barang dan jasa
yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Disinilah peran manajer
pemasaran dibutuhkan, dimana tugas dari
manajer pemasaran adalah memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat
membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.
Peranan Pemasaran
Pemasaran merupakan proses sosial
dan manajerial sehingga konsumen dapat memperoleh kebutuhan / keinginan mereka
melalui permintaan, penawaran, dan penukaran nilai suatu produk antara penjual
dan pembeli.
·
Kebutuhan : segala kebutuhan dasar manusia baik intuk
minum, makan, pakaian, pendidikan dan lainnya
·
Keinginan : Merupakan kondisi lebih khusus dari kebutuhan,
misalnya minuman ringan, makanan bergizi, pendidikan tinggi, atau lainnya
·
Permintaan : akumulasi kebutuhan/keinginan yang
potensial untuk digarap, misalnya, makanan, perumahan, pendidikan dan lainnya.
Beberapa
istilah yang penting dalam konteks pemasaran adalah :
1.
Produk
(barang,jasa,ide) :Segala hasil kerja manusia yang dapat ditawarkan kepada manusia lainnya baik berupa barang,
jasa atau ide.
2.
Nilai
:Perkiraan konsumen atas suatu produk
untuk kepuasan
mereka, apa yang dirasakan / diinginkan
3.
Biaya :Harga yang harus dibayar konsumen atas produk yang
dikonsumsi
4.
Kepuasan :Seberapa puas konsumen atas produk yang
mereka konsumsi (kesesuaian antara harapan dankenyataan,
5.
Pasar :Tempat yang
berisi semua pelanggan potensial yang berniat untuk transaksi terhadap suatu produk.
Konsep
Pemasaran
Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai
sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat
didalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing
concept). Konsep pemasaran tersebut dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar
yaitu:
1.
Saluran perencanaan dan kegiatan perusahaan harus
berorientasi pada konsumen/ pasar.
2.
Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi
tujuan perusahaan, dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri.
3.
Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus
dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi.
Menurut Swastha dan Irawan, (2005 : 10)
mendefinisikan konsep pemasaran sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa
pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi
kelangsungan hidup perusahaan. Bagian pemasaran pada suatu perusahaan memegang
peranan yang sangat penting dalam rangka mencapai besarnya volume penjualan,
karena dengan tercapainya sejumlah volume penjualan yang diinginkan berarti
kinerja bagian pemasaran dalam memperkenalkan produk telah berjalan dengan
benar. Penjualan dan pemasaran sering dianggap sama tetapi sebenarnya
berbeda.
Tujuan utama konsep pemasaran adalah melayani
konsumen dengan mendapatkan sejumlah laba, atau dapat diartikan sebagai
perbandingan antara penghasilan dengan biaya yang layak. Ini berbeda dengan
konsep penjualan yang menitikberatkan pada keinginan perusahaan. Falsafah dalam
pendekatan penjualan adalah memproduksi sebuah pabrik, kemudian meyakinkan
konsumen agar bersedia membelinya. Sedangkan pendekatan konsep pemasaran
menghendaki agar manajemen menentukan keinginan konsumen terlebih dahulu,
setelah itu baru melakukan bagaimana caranya memuaskan.
Perkembangankonseppemasaran :
1.
Konsep produksi : jumlah banyak dengan
harga murah
2.
Konsep produk : kualitas, kinerja dan
inovasi yang dicari konsumen
3.
Konsep penjualan : harus ada aktivitas
penjualan dan promosi agar dikenal konsumen (laba dari volume penjualan)
4.
Konsep pemasaran : harus ada aktivitas pemasaran yang terpadu (laba dari kepuasan pelanggan)
5.
Konsep pemasaran
beroriemtasi pada masyarakat : turut memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar
Peran Pemasaran Terhadap Masyarakat
Masyarakat mempunyai kebutuhan terhadap peningkatan kualitas kehidupannya
yang semakin baik di masa kemudian. Masyarkat sebagai pihak eksternal merupakan
sasaran pemasaran produsen dalam lingkup makro. Kualitas kehidupan secara makro
yang lebih baik dapat diciptakan dan tersebar dalam masyarkat. Usaha-usaha
tersebut merupakan kegiatan pemasaran makro-eksternal yang sering disebut
pemasaran makro.Pemasaran makro adalah proses penyebaran dan
pengembangan kualitas hidup masyarakat.
Perekonomian akan semakin berkembang apabila arus barang mengalir
lancar dari produsen ke konsumen. Peningkatan kegiatan masyarakat produsen dan
kesinambungan antara permintaan masyarakat konsumen dan penawaran masyarakat
produsen.Pemasaran saat ini menempatkan fokus yang kuat pada pemasaran
berorientasi pelanggan.Pemasaran berperan penting dalam masyarakata dan
mempengaruhi kehidupan sehari-hari, menawarkan peluang yang luar biasa sebagai
profesional. Pemasaran peluang karirada juga dalam organisasi non
bisnis, termasuk rumah sakit,museum,universitas,pemerintah dan lembaga
pelayanan sosial.
Pemasaran Dalam Lingkungan yang berubah
Dalam lingkungan yang berubah, manajemen pemasaran harus dapat
berusaha agar produk yang di keluarkan oleh perusahaan dapat bertahan di
pasar.Ada beberapa kiat yang harus di lakukan manajemen pemasaran untuk mempertahankan
produknya di lingkungan yang berubah yaitu membuat rencana pemasaran.
Pada masa ini perusahaan sangat menekankan pada marketing concept,
yaitu suatu keyakinan yang menekankan agar sikap perusahaan secara keseluruhan
menekankan kepada melayani keinginan pasar untuk menjamin agar perusahaan
terus-menerus mancapai keuntungan dalam jangka panjang. Sesuai dengan tujuan
ini kegiatan pemasaran telah menjadi sangant kompleks dan perlu melaksanakan
kegiatan yang dikenal sebagai marketing mix, yaitu 4P: product, pricing, place,
and promotion. Sesuai dengan prinsip ini pemasaran selalu didefinisikan sebagai
sekumpulan kegiatan yang saling berhububgan, yang disusun dengan tujuan untuk
mengetahui kebutuhan konsumen, dan seterusnya mengembangkan barang tersebut,
menentukan harganya, mendistribusikannya, dan mempromosikannya.
Sumbangan Pemasaran Kepada Masyarakat dan
Perekonomian
Pemasaran membantu masyarakat untuk meningkatkan kepuasannya dalam
mengkonsumsi barang dan jasa. Melalui pemasaran masyarakat akan menukar uangnya
dengan barang dan kegiatan ini menimbulkan surplus konsumen. Pemasaran dan
pembelanjaan yang dilakukan masyarakat sebagai akibat usaha pemasaran tersebut
akan menimbulkan utilitas waktu, utilitas tempat, utilitas pemilikan, dan
utilitas bentuk. Kepada perekonomian, pemasaran akan memberikan sumbangan untuk
meningkatkan penjualan barang dan jasa, meningkatkan perkembangan ekonomi dan
mempercepat pertumbuhan, memacu perkembangan teknologi, dan mendorong
perkembangan barang baru.
3.1.2. Model Perilaku Konsumen
Setiap hari konsumen menentukan pilihan pembelian. Kebanyakan perusahaan
besar menyelidiki keputusan pembelian konsumen begitu rincinya untuk menemukan
apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak
yang mereka beli, kapan mereka membeli, dan mengapa mereka sampai membeli.
Orang – orang pemasaran dapat mempelajari pembelian aktual konsumen, tetapi
menyelidiki sebab – musabab perilaku membeli mereka tidaklah mudah menjawabnya
seringkali tersimpan dalam – dalam di kepala konsumen.
Pertanyaan utama bagi orang pemasaran adalah : bagaimana konsumen
menanggapi berbagai usaha pemasaran yang mungkin digunakan perusahaan?
Perusahaan yang benar - benar memahami bagaimanatanggapan konsumen atas sifat –
sifat produk, harga dan pendekatan iklan yang berbeda memiliki keunggulan yang
besar atas pesaingnya. Titik awalnya adalah model rangsangan-tanggapan dari
perilaku membeli. Pemasaran dan rangsangan lainnya memasuki “kotak hitam”
konsumen dan menghasilkan tanggapan tertentu. Orang pemasaran harus menebak apa
yang ada dalam kotak hitam pembeli.
Rangsangan pemasaran terdiri dari 4 P : Product, Price, place, dan
promotion (produk, harga, distribusi, dan promosi). Rangsangan lainnya mencakup
kekuatan dan peristiwa besar dalam lingkungan pembeli : ekonomi, teknologi,
politik, dan budaya. Seluruh masukan ini memasuki kotak hitam pembeli, lalu di
sana diubah menjadi satu susunan tanggapan pembeli yang dapat diselidiki :
pilihan produk, pilihan merek, pilihan dealer, waktu membeli, dan jumlah pembelian.
Karakteristik yang
Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen secara kuat dipengaruhi oleh karakteristik budaya,
sosial, dan psikologis. Pada umumnya, orang pemasaran tidak dapat mengendalikan
faktor – faktor semacam itu, tetapi mereka harus memperhatikannya
1.
Faktor budaya yang terdiri dari : kebudayaan, sub kebudayaan dan kelas
sosial.
2.
Faktor sosial yang terdiri dari : kelompok acuan, keluarga, peran dan
situs.
3.
Faktor pribadi yang terdiri dari : umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan,
situasi ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri.
4.
Faktor psikologis yang terdiri dari : motivasi, persepsi, pengetahuan,
keyakinan dan sikap.
3.1.3. Permintaan Konsumen
Penyesuaian Permintaan
Perusahaan dapat menyusun suatu tingkat permintaan pasar yang diharapkan
pada saat tertentu. Dapat terjadi bahwa tingkat permintaan riil itu berada
dibawah, sama, atau diatas tingkat permintaan yang diharapkan. Untuk menghadapi
keadaan permintaan yang berbeda maka manajer pemasaran mempunyai tugas yang
berbeda pula.
Tabel 2.1.KeadaanPermintaandanTugasPemasaran
|
Keadaan Permintaan
|
Tugas Pemasaran
|
Nama Resmi
|
|
1.
Permintaan negatif
2.
Tidak ada permintaan
3.
Permintaan latent
4.
Permintaan menurun
5.
Permintaan tidak teratur
6.
Permintaan penuh
7.
Permintaan berlebihan
8.
Permintaan tidak sehat
|
1.
Positifkan permintaan
2.
Ciptakan permintaan
3.
Kembangkan permintaan
4.
Tingkatkan permintaan
5.
Selaraskan permintaan
6.
Pertahankan permintaan
7.
Kurangi permintaan
8.
Tiadakan permintaan
|
1. Conversional markrting
2. Stimulational marketing
3. Developmental marketing
4. Remarketing
5. Synchromarketing
6. Maintenance marketing
7. Demarketing
8.
Countermarketing
|
3.2. Pembahasan dan Analisa
Sebagai
salah satu perusahaan air minum yang berorientasi profit PDAM memiliki sejumlah
pesaing yang bergerak pada pengisian air minum isi ulang yang seringkali
melakukan pengeboran di daerah – daerah milik PDAM dan program – program yang
dilaksanakan juga seringkali berbenturan dengan program yang dilaksanakan PDAM.
Dalam
menghadapi tantangan yang demikian ini, PDAM menyiasati dengan membangun
komunikasia dengan SKPD – SKPD terkait agar menghimbau pada Dinas – Dinas
terkait bahwa seandainya ada pengambilan air bersih oleh pihak lain agar
berhubungan dengan PDAM agar tidak bersinggungan.
Selain
menghadapi tantangan dari pesaingnya tersebut PDAM Kabupaten Bondowoso juga
memperhatikan pemasaran produknya pada konsumen yang hanya mencapai 13,12% dalam satu kabupaten. Untuk meningkatkan
jumlah konsumennya maka perlu adanya upaya – upaya PDAM Kabupaten Bondowoso
berupa perbaikan dalan pelayanan dan pemasarannya.
Sesuai dengan pengertian pemasaran menurut Philip Kottleryaitu Suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.
PDAM
Kabupaten Bondowoso menerapkan Falsafah konsep
pemasaranyang bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan
kebutuhan pembeli/konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut
konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Meskipun orientasi pembeli ini dibatasi oleh tujuan laba dan pertumbuhan,
tetapi konsep itu perlu dilaksanakan.
Penggunaan konsep pemasaran bagi PDAM Kabupaten Bondowoso dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan. Konsep pemasaran disusun dengan memasukkan tigaelemenpokok, yaitu :
a.
Orientasikonsumen
/ pasar / pembeli
b.
Volume
penjualan yang menguntungkan
c.
Koordinasidanintegrasiseluruhkegiatanpemasarandalamperusahaan.
Pada dasarnya, perusahaan yang ingin mempraktekkan orientasi consumen ini harus :
a.
Menentukankebutuhanpokokdaripembeli
yang akandilayanidandipenuhi
b.
Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualannya
c.
Menentukanprodukdan
program pemasarannya
d.
Mengadakanpenelitianpadakonsumen, untuk mengukur, menilai, dan menafsirkan keinginan, sikap, serta tingkah laku mereka.
e.
Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik,apakah menitik beratkan pada mutu yang
tinggi, harga yang murahatau model yang menarik.
Jadi, secara definitif dapat dikatakan bahwa Konsep pemasaran adalah :Sebuah
falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan
syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Pengambilan Keputusan
Dalam Pemasaran
Pengambilan
keputusan yang dilakukan oleh manajer pemasaran akan selalu berada dalam suatu
lingkungan yang kompleks dan penuh dengan ketidak pastian. Keputusan yang diambil terutama menyangkut masalah :
·
Penetapan harga
·
Produk
·
Distribusi
·
Promosi
Pengambilan keputusan tersebut tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor
lingkungan ekstern seperti : demografi, kondisi perekonomian, kebudayaan,
persaingan dan sebagainya. Semua ini berada diluar pengawasan manajer.
• Penetapan Harga
Dalam penetapan harga PDAM menggunakan forum
pelanngan (terdiri dari 12 unit) yang kemudian harga yang telah disepakati
tersebut diajukan ke Pemerintah Daerah (PEMDA). Setelah itu ditetapkan berapa
harga/tarif yang akan digunakan PDAM dalam menjual air bersih pada masyarakat.
Sebagai hasilnya telah dicantumkan tabel tarif Air minum PDAM Bondowoso pada
Bab 2.4 Program dan Pelaksanaan.
• Produk
Produk PDAM
Kabupaten Bondowoso berupa Air Minum yang berasal dari Mata Air,Air Permukaan
(Sungai) dan Air Tanah (Dalam) yang terperinci sebagai berikut :
1. Water
treatment proses (WTP) IPA 5,8 Liter/Detik.
2. Sumur Bor
/Mata Air (MAD) 80,90 Liter/Detik.
3. Mata Air
Gravitasi 23,5 Liter/Detik yang tersebar diberbagai lokasi.
• Distribusi
PDAM Kabupaten Bondowoso beralamatkan di JL.
Mastrip 193A Bondowoso, untuk menjangkau seluruh konsumen yang tersebar di
seluruh kabupaten PDAM menyediakan 12 unit
BAB IV
KESIMPULAN
4.1.
Kesimpulan
PDAM
Bondowoso Sebagai salah satu perusahaan air minum yang berorientasi
profit.Dalam pengembangan dan perluasaan Kinerja PDAM memiliki kendala yang
datangnya dari sejumlah pesaing ,Khususnya disekitar Daerah PDAM itu sendiri dan
juga kendala yang akan dihadapi dalam kegiatan pemasan atas produk yang
dihasilkan atau yang diproduksi oleh PDAM.
Demi
kelancaran Operasional Perusahaan terkait dengan permasalah yang dihadapi mengenai pemasaran,dalam hal ini pemasaran produk terhadap pihak perusahaan yang pro
aktif atau masyarakat yang pro aktif. PDAM menyiasati dengan membangun
komunikasia dengan SKPD – SKPD terkait agar menghimbau kepada Dinas – Dinas
terkait bahwa seandainya ada pengambilan air bersih oleh pihak lain diharapkan
supaya berhubungan dengan PDAM agar
tidak bersinggungan. Selain itu juga PDAM Kabupaten Bondowoso menerapkan
Falsafah konsep pemasaran yang
bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen,dan Penggunaan konsep pemasaran itu sendiri bagi
PDAM Kabupaten Bondowoso dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan.
4.2.
Saran
Dari Kesimpulan diatas bahwa sanya Kerjasama
yang dilakukan oleh PDAM Bondowoso dan SKPD- SKPD serta menerapkan Konsep pemasaran adalah upaya PDAM Demi terciptanya Tujuan dan Fungsi Perusahaan.Dengan
demikian dipandang perlu perusahaan menguasai konsep pemasaran dan kerja sama
dengan pihak terkait,dan juga perlu ditambahkan supaya melakuakan adanya perluasan informasi perusahaan kepada
segenap masyarakat demi terciptanya jalinan kerjasama yang baik agar visi -
Misi perusahaan dapat tewujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar